Jumat, 29 Maret 2013

Best Friend

when your sad and depressed,
i will be here to put a smile on your face.
when your angry and frustrated,
i will be here to calm you down.
when your hurt and in tears,
i will be here to wipe them away and mend the pain.
when your lonely and have no one,
i will be here to comfort you.
when your feeling unloved and unwanted,
i will be here to tell you how very important you are.
when your having a bad day and need to lash out,
i will be here to let you left off steam, you can yell at me.
when their is something on your mind that you need to say,
i will be here to listen and understand.
when your lost in confusion,
i will be here to help you figure thing out.
when your fell like your going crazy,
i will be here to bring you back to sanity.
when your so overwhelmed and need to get away,
i will be here with open arms so we can runaway together.
when your scared and frightened,
i will be here to protect you and make you feel save.
when your are full of worries
i will be here to worry with you

Puisi Cinta

Cinta datang tiba-tiba
Tanpa peduli siapa
Dan dari mana asalnya

Cinta tak pernah memilih
Walau berkeping-keping pedih
Tetap tersenyum tanpa aroma sedih

Karena cinta yang sebenarnya
Menerima apa adanya
Sebab dan syarat tiada dalam cinta

Rabu, 27 Maret 2013

Tentang Golongan Darah


Di Indonesia, kita masih sering mendengar/mempercayai mitos-mitos atau salah paham tentang golongan darah, seperti :
  • “Golongan darah anak harus sama dengan golongan darah salah satu orangtua”

  • “Golongan darah anak perempuan ikut ayah, golongan darah anak laki-laki ikut ibu”

  • “Golongan darah O lebih kuat daripada golongan darah lain”

  • “Darah yang berwarna gelap berarti golongan darah O”
Tidak ada satupun mitos di atas yang benar. Salah satu komplikasi dari mitos ini adalah memicu pertengkaran suami isteri jika memiliki anak yang berbeda golongan darah dengan salah satu atau kedua orangtuanya ; sang suami mencurigai sang isteri, atau menuduh sang isteri telah berselingkuh.
Sebenarnya pemahaman terhadap golongan darah telah kita pelajari di bangku SMA, tapi banyak di antara kita yang melupakannya dan akhirnya sebagian dari kita terpengaruh oleh mitos-mitos yang ada.
A, B, O, AB
Ada beberapa sistem penggolongan darah. Yang paling umum dipakai  adalah sistem ABO dan sistem Rhesus..
Golongan darah kita ditentukan oleh perpaduan gen yang diwariskan oleh ayah dan gen yang diwariskan oleh ibu kita. Pewarisan gen yang menentukan golongan darah mengikuti hukum Mendel. Jenis gen yang diwariskan itu disebut genotip (genotype), terdiri dari genotip A, B, dan O.
Perpaduan gen O dan gen O menghasilkan golongan darah O.
Perpaduan gen A dan gen O menghasilkan golongan darah A.
Perpaduan gen A dan gen A menghasilkan golongan darah A.
Perpaduan gen B dan gen O menghasilkan golongan darah B.
Perpaduan gen B dan gen B menghasilkan golongan darah B.
Perpaduan gen A dan gen B menghasilkan golongan darah AB.
Dengan kata lain :
  • Jika kita bergolongan darah    O, kita hanya mempunyai gen O.

  • Jika kita bergolongan darah    A, kita mungkin mempunyai gen A saja, atau mempunyai gen A dan gen O.

  • Jika kita bergolongan darah    B, kita mungkin mempunyai gen B saja, atau mempunyai gen B dan gen O.

  • Jika kita bergolongan darah AB, kita mempunyai gen A dan gen B.
Orang yang bergolongan darah A, jika menerima gen A dan gen A dari kedua orangtuanya, disebut homozigot ; jika menerima gen A dan gen O dari kedua orangtuanya, disebut heterozigot.
Orang yang bergolongan darah B, jika menerima gen B dan gen B dari kedua orangtuanya, disebut homozigot ; jika menerima gen B dan gen O dari kedua orangtuanya, disebut heterozigot.
Orang yang bergolongan darah O hanya mewariskan gen O untuk keturunannya.
Orang yang bergolongan darah A bisa mewariskan gen A atau gen O untuk keturunannya.
Orang yang bergolongan darah B bisa mewariskan gen B atau gen O untuk keturunannya.
Orang yang bergolongan darah AB bisa mewariskan gen A atau gen B untuk keturunannya.
Oleh karena itu :
  • Orangtua golongan   O dan O, menghasilkan anak golongan O.

  • Orangtua golongan   O dan A, menghasilkan anak golongan O atau golongan A.

  • Orangtua golongan   O dan B, menghasilkan anak golongan O atau golongan B.

  • Orangtua golongan O dan AB, menghasilkan anak golongan A atau golongan B.

  • Orangtua golongan    A dan A, menghasilkan anak golongan A atau golongan O.

  • Orangtua golongan.  A dan B, menghasilkan anak golongan A atau golongan B atau golongan AB atau golongan O.

  • Orangtua golongan A dan AB, menghasilkan anak golongan A atau golongan AB atau golongan B.

  • Orangtua golongan    B dan B, menghasilkan anak golongan B atau golongan O.

  • Orangtua golongan B dan AB, menghasilkan anak golongan A atau golongan AB atau golongan B.

  • Orangtua golongan AB dan AB, menghasilkan anak golongan A atau golongan B atau golongan AB.
Jika kita sudah mengerti semua penjelasan di atas, kita tahu bahwa golongan darah anak tidak selalu sama dengan salah satu orangtua, kecuali untuk pasangan O dan O, pasangan O dan A, dan pasangan O dan B.
Kuat tidaknya seseorang sama sekali tidak ditentukan oleh golongan darah. Ada banyak faktor yang menentukan kesehatan fisik kita, termasuk kadar Haemoglobin (Hb), jumlah sel darah merah (Eritrosit), jumlah dan komposisi sel darah putih (Lekosit), jumlah sel darah pembeku (Trombosit), dan masih banyak  indikator lain yang menentukan kesehatan seseorang. Yang jelas, golongan darah tidak menentukan sehat tidaknya seseorang.
Sebagian orang  masih percaya pada mitos bahwa darah yang berwarna merah gelap berarti golongan darah O. Ini sepenuhnya salah. Warna darah sangat ditentukan oleh kadar Hb, jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih, kadar gula darah dan lain-lain, termasuk racun rokok. Warna darah tidak menentukan golongan darah.
Rhesus : Rh+ atau Rh-
Sistem lain yang sangat penting adalah sistem Rhesus. Penggolongan jenis ini didasarkan atas ada tidaknya antibodi kita terhadap sejenis protein dalam darah kera spesies Macacus rhesus. Jika darah seseorang bereaksi (membentuk gumpalan), ia tergolong Rhesus positif (Rh+). Jika darah seseorang tidak bereaksi, ia tergolong Rhesus negatif (Rh-). Mayoritas ras kita bergolongan Rh+. Tapi penggolongan ini hanya bisa dipastikan dari pemeriksaan darah seperti halnya golongan ABO.
Sistem ABO dan Rhesus sudah menjadi standar penggolongan darah di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sehingga lengkapnya kita mengenal golongan-golongan darah sebagai berikut :
Golongan O, Rh+
Golongan O, Rh-
Golongan A, Rh+
Golongan A, Rh-
Golongan B, Rh+
Golongan B, Rh-
Golongan AB, Rh+
Golongan AB, Rh-
Orang yang bergolongan Rh- tidak boleh menerima darah bergolongan Rh+, karena bisa menimbulkan efek fatal/kematian. Jadi, walaupun penerima dan donor sama-sama bergolongan A, sama-sama bergolongan B, sama-sama bergolongan O, sama-sama bergolongan AB, tapi penerima bergolongan Rh- tidak boleh menerima donor yang bergolongan Rh+ ; hanya boleh menerima donor yang juga bergolongan Rh-. Sedangkan penerima yang bergolongan Rh+ boleh menerima donor bergolongan Rh-.
Golongan darah : Jangan asal tebak di KTP
Dalam kenyataan sehari-hari, di Indonesia masih sangat banyak orang yang tidak pernah memeriksa golongan darahnya. Banyak di antara kita yang asal menebak golongan darah ketika harus mengisi data resmi seperti di KTP (Kartu Tanda Penduduk). Sesungguhnya hal ini sangat berbahaya. Jika di suatu saat kita membutuhkan darah donor, ketidakcocokan darah kita dengan darah donor bisa menimbulkan efek fatal/kematian.
Saat ini hampir semua puskesmas dan bidan desa di seluruh Indonesia telah dilengkapi dengan alat dan bahan pemeriksaan golongan darah. Mengingat pentingnya kita mengetahui golongan darah kita, ada baiknya setiap orang di negeri  ini mengetahui golongan darah masing-masing. Pemeriksaan golongan darah hanya butuh waktu singkat, tidak lebih dari 15 menit. Saat ini biaya pemeriksaan golongan darah di fasilitas laboratorium swasta berkisar antara Rp35.000,- sampai Rp50.000,-.
Golongan darah kita bersifat tetap, tidak bisa berubah-ubah. Jika seseorang pernah mendapati golongan darahnya berbeda dalam dua kali pemeriksaan, berarti ada salah satu pemeriksaan yang salah.
Semoga penjelasan di atas bisa memberikan kita pemahaman yang benar tentang golongan darah. Periksa dan ketahuilah golongan darah kita masing-masing.

Tentang Hello Kitty



PROFIL
©      Nama lengkap: Kitty White
©      Tanggal lahir: 5 july 1996 (bintang: cancer)
©      Golongan darah: A (Negatif)
©      Tempat lahir: Pinggir kota London
©      Tinggi badan: Lima buah apel yang disusun ke atas
©      Berat: Tiga buah apel yang mengkilat
©      Pintar dalam: membuat orang senang
©      Makanan kesukaan: Kue pie apel buatan Mama (alias mum atau Mary)
©      Kata kesukaan: "Persahabatan"
©      Koleksi: Benda-benda kecil yang lucu seperti permen, bintang, ikan mas, dan lain-lain
©      Mata pelajaran kesukaan: bahasa Inggris, musik, seni visual dan makan kue pie
©      Ciri-ciri: Anak kucing yang riang dan berhati baik. Sangat akrab dengan saudara kembar yang bernama sherly.
©      Desainer
o   Shimizu Ikuko (generasi pertama, 1974-1976)
o   Yonekubo Setsuko (generasi kedua, 1976-1980
o   Yamaguchi Yūko (generasi ketiga, 1980-sekarang)

Keluarga
White adalah nama keluarga.
©      Mimmy White: saudara kembar perempuan, letak pita di sebelah kiri (di kuping sebelah kanan)
©      George White: papa, pekerjaan: pegawai perusahaan dagang
©      Mary White: mama, pekerjaan: ibu rumah tangga (mantan pianis), hobi: membuat kue
©      Anthony White: opa, hobi: melukis (data baru ditambah pada tahun 1979)
©      Margaret White: oma, hobi: membuat bordiran (data baru ditambah pada tahun 1979)
Pacar
©      Daniel Star: pacar Kitty (data tahun 1993)
Daniel dan Kitty saling mencintai sejak keduanya masih bayi, tapi Kitty harus berpisah dengan Daniel yang pindah ke Pretoria, Afrika Selatan mengikuti ayahnya yang berprofesi sebagai kamerawan. Daniel kemudian bertemu kembali dengan Kitty (menurut data tahun 1999).
Tanggal lahir Daniel: 3 Mei 1974 (seumur dengan Kitty).
Karakter Daniel Star juga dikenal sebagai Dear Daniel. Nama Daniel kabarnya diilhami karakter Daniel dalam film Melody yang dibintangi Mark Lester.
Teman-teman
©      Sherly: anak perempuan (kucing kecil) paling manis di sekolah
©      Joey: anak laki-laki tikus yang paling top di sekolah
©      Fifi: anak perempuan domba yang cerewet
©      Jodie: anak perempuan anjing yang bercita-cita jadi peneliti
©      Tim & Tammy: kakak-beradik monyet
©      Tracy: anak laki-laki luak yang disenangi semua orang
©      Tippy: anak laki-laki beruang yang baik hati
©      Thomas: anak laki-laki beruang
©      Cathy: anak perempuan kelinci yang ramah
©      Rory: tupai
©      Mory: tikus mondok
©      Tiny Chum: anak laki-laki Teddy Bear (menurut tambahan data tahun 1983).
Binatang peliharaan
©      Charmmy Kitty: kucing Persia hadiah dari papa (tambahan data tahun 2004)
©      Honey Cute: adik Charmmy (tambahan data tahun 2005)
©      Sugar: hamster hadiah dari boyfriend Daniel (tambahan data tahun 2004)
Teman-teman
©      Black, Opal, Pearl, Ruby, Sapphire, Emerald: nama-nama kucing Persia teman Charmmy (tambahan data tahun 2005)
©      Tiramisu, Milfeuille, Biscuit, Chocora: nama-nama hamster teman Sugar (tambahan data tahun 2005).
Asal-usul desain
         Ada beberapa pendapat yang berspekulasi bahwa Hello Kitty berasal dari karakter Maneki Neko dan nama Hello Kitty merupakan terjemahan dari "Maneki Neko" yang dalam bahasa Jepang berarti "kucing memanggil." Pendapat lain mengklaim karakter Hello Kitty mirip dengan karakter Miffy yang diciptakan oleh Dick Bruna pada tahun 1955 dan garis gambar Hello Kitty tidak orisinal.
Pengisi suara
        Sejak tahun 1990, aktris pengisi suara (seiyū) Hello Kitty versi Jepang bernama Megumi Hayashibara yang merupakan generasi ke-4 pengisi suara Hello Kitty, tapi yang bersangkutan selalu tidak mengaku bahwa suaranya merupakan suara Hello Kitty. Alasannya mungkin agar imajinasi anak tentang Hello Kitty yang bisa berbicara bisa terjaga.
Aktris pengisi suara generasi pertama bernama Fuyumi Shiraishi, pengisi suara generasi kedua bernama Rei Sakuma, sedangkan nama pengisi suara generasi ke-3 yang hanya dipakai di Sanrio Puroland tidak pernah diumumkan.


Asal usul Hello Kitty

Hello Kitty (ハローキティ Harōkiti?) adalah nama untuk sebuah karakter yang didesain oleh perusahaan Jepang, Sanrio. Hello Kitty yang memiliki nama lengkap Kitty White adalah personifikasi dari kucing berwarna putih dengan ciri khas pita atau hiasan lainnya di daun telinga sebelah kiri dan mulut yang tidak digambar.
Hello Kitty pertama kali diperkenalkan di Jepang pada tahun 1974.
Hak cipta Hello Kitty didaftarkan pada tahun 1976 dan sekarang merupakan merek dagang di seluruh dunia. Pada waktu pertama kali diperkenalkan, target utama pemasaran Hello Kitty adalah anak perempuan, tapi sekarang penggemar Hello Kitty terdiri dari wanita maupun pria dari berbagai kalangan usia.
Di Jepang, penggemar berat dan kolektor Hello Kitty disebut Kitty-ra. Pada tahun 2004, barang-barang Hello Kitty menembus pasar lebih dari 60 negara di seluruh dunia. Karakter Hello Kitty sudah merupakan subkultur yang mewakili budaya Jepang.
Hello Kitty diciptakan oleh perancang dari Sanrio yang bernama Shimizu Ikuko pada tahun 1974 yang merupakan tahun kelahiran resmi Hello Kitty. Penjualan barang-barang Hello Kitty baru dimulai pada bulan Maret 1975. Barang Hello Kitty pertama dipasarkan berupa dompet kecil yang disebut Puchi Purse dengan harga 240 yen. Perusahaan Sanrio bahkan tidak lagi memiliki dompet Puchi Purse sampai mendapat sumbangan sebuah dompet Puchi Purse dari seorang kolektor yang sekarang dipamerkan di kantor perusahaan. Dompet Puchi Purse kemudian dibuat replikanya dan dijual sebagai barang dalam jumlah terbatas.
Karakter dalam barang Hello Kitty dari tahun 1974 sampai tahun 1975 belum diberi nama. Pada dompet Puchi Purse yang merupakan produk pertama hanya tertulis kata "Hello!" (tanpa tulisan "Kitty"). Pada awalnya orang Jepang mengenal karakter Kitty White sebagai "kucing putih tidak bernama," sampai akhirnya perusahaan memberi nama "Kitty" yang diambil dari nama kucing berbulu putih yang tampil dalam cerita Alice di Negeri Kaca (Through the Looking-Glass) oleh Lewis Carroll. Pada mulanya Kitty White tidak memiliki nama keluarga atau nama keluarganya tidak diumumkan, "White" sebagai nama keluarga baru ditambahkan di kemudian hari.
Pada produk-produk awalnya, Kitty selalu digambarkan sedang duduk dan baru pada tahun 1977 Kitty digambarkan berdiri.
Pada tahun 1996, Hello Kitty kembali menjadi populer secara mendadak di kalangan siswa putri sekolah menengah pertama dan sekolah menengah berkat penyanyi Jepang yang populer pada saat itu Kahara Tomomi mengaku sebagai penggemar berat Hello Kitty dalam salah satu acara televisi.
Di Jepang, kepopuleran Hello Kitty mencapai titik paling rendah di sekitar tahun 1980-an. Pada tahun 1980, Yonekubo Setsuko yang merupakan desainer generasi kedua digantikan oleh Yamaguchi Yūko yang masih memegang posisi desainer hingga sekarang. Penampilan karakter Kitty selalu diperbarui setiap tahun, bahkan penampilan Kitty berbeda-beda setiap pergantian musim. Perusahan juga mengubah target pemasaran dan melakukan berbagai macam inovasi agar angka penjualan yang tinggi dapat dipertahankan.
Penelitian mengenai kembalinya kepopuleran Hello Kitty di Jepang pada tahun 1996 belum pernah dilakukan orang, sehingga mungkin saja Hello Kitty kembali populer berkat jasa Kahara Tomomi atau mungkin juga Hello Kitty sudah lebih dulu populer tapi beritanya tidak diangkat oleh media massa. Dalam pernyataannya pada tahun 1997, direktur perusahaan Sanrio pernah mengakui bahwa Hello Kitty kembali populer di Jepang berkat Kahara Tomomi.
Pada tahun 2004, Kitty menjabat sebagai "teman khusus anak-anak" di UNICEF hingga tanggal 1 November 2004). Selain itu, Kitty juga pernah dua kali menjabat sebagai duta UNICEF, pertama pada tahun 1983 (UNICEF America Junior Ambassador) dan yang kedua kalinya di Jepang pada tahun 1994.
Di Amerika Serikat, Hello Kitty menjadi populer pada akhir tahun 1990-an berkat beberapa orang selebritis seperti Mariah Carey yang menggunakan Hello Kitty sebagai gaya busana. Hello Kitty juga pernah menjadi maskot iklan untuk pasar swalayan Target. Ricky Martin, Cameron Diaz, Heidi Klum, Steven Tyler, Carmen Electra, Mandy Moore, Raven-Symoné, hingga Paris Hilton dan Nicky Hilton semuanya pernah terlihat menggunakan barang-barang Hello Kitty. Penyanyi Lisa Loeb merupakan penggemar berat Hello Kitty hingga salah satu albumnya diberi nama Hello Lisa yang dipersembahkan kepada Hello Kitty.
Film Hello Kitty yang pertama diterbitkan tahun 1981 yang berbentuk film boneka berjudul Kitty and Mimi's New Umbrella.
Pada tahun 1987, film anime Hello Kitty yang pertama berjudul Hello Kitty's Furry Tale Theater yang berjumlah 24 episode ditayangkan oleh stasiun televisi Amerika CBS.
Film anime produksi Amerika berjudul Hello Kitty and Friends sebanyak 13 episode ditayangkan stasiun televisi Amerika CBS pada tahun 1991.
Hello Kitty no Cinderella yang merupakan OVA Hello Kitty yang pertama dirilis pada tahun 1991.
Di Jepang, jaringan TV Tokyo menayangkan acara Asobō! Hello Kitty dari tanggal 6 April 1994 hingga 28 September 1994. Jaringan stasiun televisi yang sama menayangkan acara Kitty Paradise sejak tahun 1999 yang ditujukan untuk anak-anak usia sekolah dasar. Acara Kitty Paradise selalu diperbarui secara berkala menjadi Kitty Paradise Gold, Kitty Paradise Fresh, dan Kitty Paradise PLUS.
Pada tahun 1995 dirilis OVA dengan peran utama Charmmy Kitty.

Senin, 25 Maret 2013

Larutan Elektrolit

A. PENGERTIAN LARUTAN ELEKTROLIT
      Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik, ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Elektrolit umumnya berbentuk asam, basa atau garam. Beberapa gas tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit pada kondisi tertentu misalnya pada suhu tinggi atau tekanan rendah. Elektrolit kuat identik dengan asam, basa, dan garam kuat. Elektrolit merupakan senyawa yang berikatan ion dan kovalen polar. Sebagian besar senyawa yang berikatan ion merupakan elektrolit sebagai contoh ikatan ion NaCl yang merupakan salah satu jenis garam yakni garam dapur. NaCl dapat menjadi elektrolit dalm bentuk larutan dan lelehan. atau bentuk liquid dan aqueous. sedangkan dalam bentuk solid atau padatan senyawa ion tidak dapat berfungsi sebagai elektrolit.

B. PEMBAGIAN LARUTAN ELEKTROLIT
   1. Larutan Elektrolit Kuat
       Adalah larutan elektrolit dimana zat yang larut dalam air mengalami proses ionisasi sempurna atau terionisasi sempurna dan menghasilkan larutan dengan daya hantar listrik yang baik.
       Karakteristiknya :
  • Menghasilkan banyak ion 
  • Molekul netral dalam larutan hanya sedikit/tidak ada sama sekali
  • Terionisasi sempurna, atau sebagian besar terionisasi sempurna
  • Jika dilakukan uji daya hantar listrik: gelembung gas yang dihasilkan banyak, lampu menyala 
  • Penghantar listrik yang baik
  • Derajat ionisasi = 1, atau mendekati 1
  • Contohnya adalah: asam kuat (HCl, H2SO4, H3PO4, HNO3, HClO4); basa kuat (NaOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2, LiOH), garam NaCl
   2. Larutan Elektrolit Lemah
       Adalah larutan elektrolit dimana zat yang larut dalam air mengalami proses ionisasi sebagian atau terionisasi sebagian dan menghasilkan larutan dengan daya hantar listrik yang buruk.
       Karakteristiknya :
  • Menghasilkan sedikit ion
  • Molekul netral dalam larutan banyak
  • Molekul netral dalam larutan banyak
  • Jika dilakukan uji daya hantar listrik: gelembung gas yang dihasilkan sedikit, lampu tidak menyala
  • Penghantar listrik yang buruk
  • Derajat ionisasi mendekati 0
  • Contohnya adalah: asam lemah (cuka, asam askorbat, asam semut), basa lemah [Al(OH)3, NH4OH, Mg(OH)2, Be(OH)2]; garam NH4CN
   3. Larutan Non Elektrolit
       Adalah tidak mengalami ionisasi, tidak dapat menghantarkan arus listrik
       Karakteristiknya :
  • Tidak menghasilkan ion
  • Semua dalam bentuk molekul netral dalam larutannya
  • Tidak terionisasi
  • Jika dilakukan uji daya hantar listrik: tidak menghasilkan gelembung, dan lampu tidak menyala
  • Derajat ionisasi = 0
  • Contohnya adalah larutan gula, larutan alcohol, bensin, larutan urea. 
C.  KEKUATAN LARUTAN ELEKTROLIT
Kekauatan larutan elektrolit erat kaitannya dengan derajat ionisasi/disosiasi . Derajat ionisasi/disosiasi adalah perbandingan antara jumlah ion yang dihasilkan dengan jumlah zat mula-mula. Dapat dirumuskan sebagai berikut:

Derajat ionisasi memiliki rentang antara 0 sampai 1.

Jika derajat ionsisasi suatu larutan mendekati 1 atau sama dengan 1, ini mengindikasikan bahwa zat tersebut tergolong larutan elektrolit kuat. Artinya adalah sebagian besar/semua zat tersebut terionisasi membentuk ion positif dan ion negative. Hanya sebagian kecil/tidak ada zat tersebut dalam bentuk molekul netral.

Jika derajat ionsisasi suatu larutan mendekati 0, ini mengindikasikan zat tersebut tergolong larutan elektrolit lemah. Artinya adalah hanya sebagian kecil zat tersebut yang terionsisasi menghasilkan ion positif dan ion negative. Sisanya masih berupa molekul netral.

Jika derajat ionisasi suatu larutan sama dengan 0, ini mengindikasikan zat tersebut tergolong larutan non elektrolit. Artinya adalah zat tersebut tidak mengalami ionisasi/tidak menghasilkan ion positif dan ion negative, semuanya dalam bentuk molekul netral. Perhatikan gambar di bawah ini.
Gambar A : Pada larutan ini derajat ionisasinya = 1; artinya semua larutan membentuk ion-ion (positif dan negative), tidak ada dalam bentuk molekul netralnya. Gelembung yang dihasilkan banyak dan dapat menyalakan nyala lampu.

Gambar B : Pada larutan ini derajat ionisasinya mendekati 1; artinya sebagian besar larutan terionisasi membentuk ion positif dan ion negative, hanya sebagian kecil dalam bentuk molekul netralnya. Walaupun masih terdapat molekul netral, gas yang terbentuk banyak (tapi tidak sebanyak gambar A) dan dapat menyalakan lampu.


Gambar C : Pada larutan ini derajat ionisasinya mendekati 0; artinya hanya sebagian kecil yang terionsisasi membentuk ion positif dan ion negative. Sebagian besar terdapat dalam bentuk molekul netral. Gelembung yang dihasilkan sedikit, dan lampu tidak menyala.

Gambar D : Pada larutan ini derajat ionisasinya = 0; artinya tidak ada zat yang terionisasi membentuk ion positif dan ion negative, semua zat masih dalam bentuk molekul netralnya. Tidak menghasilkan gelembung dan lampu tidak menyala.

Laju Reaksi

Judul Percobaan: Laju Reaksi
Tanggal Percobaan: 7 April 2012
Tujuan Percobaan: Mengamati faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
Dasar Teori
Laju reaksi kimia terlihat dari perubahan konsentrasi molekul reaktan atau konsentrasi molekul produk terhadap waktu. Laju reaksi tidak tetap melainkan berubah terus menerus seiring dengan perubahan konsentrasi. (Chang, 2005)

                Laju (atau kecepatan) menunjukkan sesuatu yang terjadi persatuan waktu. (Petrucci, 1987) Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu konsentrasi, suhu, luas permukaan, dan katalis.
                Konsentrasi adalah banyaknya zat terlarut di dalam sejumlah pelarut. Semakin banyak zat terlarut, maka akan semakin besar pula konsentrasi larutan. suatu larutan dengan konsentrasi tinggi mengandung partikel yang lebih banyak, jika dibandingkan dengan larutan dengan konsentrasi yang lebih rendah. Pada konsentrasi tinggi, memungkinkan tumbukan yang terjadi akan lebih banyak, sehingga membuka peluang semakin banyak tumbukan efektif yang menyebabkan laju reaksi menjadi lebih cepat. Akibatnya, hasil reaksi akan lebih cepat terbentuk.
                Suhu. Peningkatan suhu meningkatkan fraksi molekul yang memiliki energi melebihi energi aktivasi. Frekuensi tumbukan meningkat dengan meningkatnya suhu, dan diharapkan hal tersebut sebagai faktor untuk mempercepat suatu reaksi kimia. (Petrucci, 1987)
                Luas permukaan memiliki peranan yang penting dalam laju reaksi. Apabila semakin kecil luas permukaan, maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel, sehingga laju reaksi semakin lambat. Begitupun sebaliknya. Karakteristik kepingan yang direaksikan juga turut berpengaruh, yaitu semakin halus kepingan itu, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi.
                Katalis ialah zat yang mengambil bagian dalam reaksi kimia dan mempercepatnya, tetapi ia sendiri tidak mengalami perubahan kimia yang permanen. Jadi, katalis tidak muncul dalam persamaan kimia secara keseluruhan, tetapi kehadirannya sangat mempengaruhi hukum laju, memodifikasi, dan mempercepat lintasan yang ada, atau lazimnya, membuat lintasan yang sama sekali baru bagi kelangsungan reaksi. Katalis menimbulkan efek yang nyata pada laju reaksi, meskipun dengan jumlah yang sangat sedkit. (Oxtoby, 2001)
Alat dan Bahan
Alat:


·         Tabung reaksi 6 buah
·         Kaki tiga 1 buah
·         Rak tabung reaksi 3 buah
·         Penjepit tabung reaksi 1 buah
·         Gelas ukur 6 buah
·         Gelas kimia 6 buah
·         Pipet tetes 5 buah
·         Spatula 1 buah
·         Statif dan ring 1 buah
·         Pembakar spirtus 1 buah
·         Neraca O-hauss 1 buah
·         Batang pengaduk 1 buah
·         Kawaat kasa 1 buah
·         Thermometer 1 buah
·         Lumpang dan alu 1 buah
·         Stopwatch 1 buah


Bahan:
·         Pita magnesium 4 buah
·         HCl 0,5M; 1M; 2M; DAN 3M
·         HCl 0,1 M 60ml
·         Na2S2O3 0,1M 60ml
·         H2O2 15ml
·         NaCl 4 tetes
·         FeCl3 4 tetes
·         Batu pualam (padat dan serbuk) 2 gram
Prosedur dan Pengamatan
Prosedur
Pengamatan
1.       Pengaruh Konsentrasi
Menyediakan 4 buah tabung reaksi, lalu mengisi masing-masing tabung dengan pita magnesium. Memasukkan HCl 0,5 M pada tabung pertama, HCl 1 M pada tabung kedua, HCl 2 M pada tabung ketiga, dan HCl 3 M pada tabung keempat. Mengamati keempatnya, mencatat waktu yang dibutuhkan sampai reaksi berhenti.
Pita magnesium yang digunakan masing-masing berukuran 3x3 mm. Pada tabung pertama, reaksi berjalan lambat dengan waktu 6342 detik. Pada tabung kedua, reaksi berjalan agak lambat dengan waktu 397 detik. Pada tabung ketiga, reaksi berlangsung sedang dengan waktu 183 detik. Sedangkan, pada tabung keempat, reaksi berlangsung cepat yaitu dalamw aktu 51 detik.
2.       Pengaruh Suhu
Memasukkan larutan 15ml Na2S2O3 0,1 M ke dalam 15ml larutan HCl 0,1 M yang ditaruh di atas kertas bertanda X. Mengamati sampai tanda X tidak terlihat dari atas. Kemudian, menaikkan suhu larutan Na2S2O3 menjadi 400C, 500C, dan 600C lalu mempraktikkan sama seperti Na2S2O3 yang tidak dipanaskan. Mengamati juga, sampai tanda X menghilang. Mencatat suhu awal dan akhir.
Pada percobaan pertama, didapatkan suhu campuran sebesar 290C. laju reaksi berlangsung sangat lambat dengan waktu 888 detik. Pada suhu 400C, laju reaksi berlangsung lebih cepat dengan waktu 103 detik. Pada suhu 500C, laju reaksi tidak jauh dengan percobaan sebelumnya yaitu dalam waktu 96 detik. Pada suhu 600C, laju reaksi berlangsung paling cepat dengan waktu 66 detik. Warna akhir larutan yaitu putih pucat.
3.       Pengaruh Luas Permukaan
Menyiapkan 2 buah tabung reaksi. Mengisi tabung pertama dengan bongkahan batu pualam sebanyak 2 gram, lalu menambahkan 1ml HCl 2M. Mengisi tabung kedua dengan gerusan batu pualam sebanyak 2 gram, lalu menambahkan pula 1ml HCl 2M. Mengamati laju reaksi keduanya.
Tabung pertama, membutuhkan waktu sampai laju reaksi berhenti selama 1020 detik. Sedangkan, tabung kedua membutuhkan waktu 600 detik sampai laju reaksi berhenti.
4.       Pengaruh Katalis
Menyiapkan 3 buah tabung reaksi, kemudian mengisi ketiganya dengan 5ml larutan H2O2. Tabung pertama sebagai pembanding. Menambahkan tabung kedua dengan NaCl 0,1 M 2 tetes. Menambahkan tabung ketiga dengan FeCl3 0,1 M 4 tetes. Mengamati ketiganya.
Laju reaksi pada tabung pertama berlangsung selama 2 jam, 1 menit, 3 detik. Pada tabung kedua selama 1 jam, 39 menit, 22 detik. Pada tabung ketiga selama 7 menit, 54 detik.
Pembahasan
                Pada praktikum kali ini, telah dilakukan percobaan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Faktor-faktor tersebut yaitu konsentrasi, suhu, luas permukaan, dan katalis.
                Pada percobaan pertama dilakukan pengamatan faktor laju reaksi, yaitu konsentrasi, yang dilakukan dengan mereaksikan pita magnesium bersama HCl yang konsentrasinya berbeda-beda. Pada konsentrasi yang rendah, yaitu 0,5 M, laju reaksi berjalan sangat lambat. Semakin ditingkatkan konsentrasi HCl, laju reaksi semakin berjalan cepat, yaitu saat konsentrasi dinaikkan menjadi 1 M, 2 M, dan 3 M. Hal ini membuktikan bahwa konsentrasi mempengaruhi laju reaksi. Jika konsentrasi suatu zat semakin besar maka laju reaksinya semakin cepat pula, begitu juga sebaliknya. Suatu larutan dengan konsentrasi pekat mengandung partikel yang lebih rapat, jika dibandingkan dengan larutan yang berkonsentrasi kecil (encer), sehingga lebih mudah dan lebih sering bertumbukan. Itulah sebabnya, makin besar konsentrasi suatu larutan, maka semakin cepat pula laju reaksinya.
                Pada percobaan kedua, dilakukan pengamatan terhadap suhu. Pencampuran antara HCl dengan Na2S2O3, sebanyak masing-masing 15 ml; 0,1 M, diperlukan wakt selama 14 menit 40 detik. Tetapi, saat suhu Na2S2O3 dinaikkan menjadi 400C, 500C, dan 600C ternyata memerlukan waktu lebih sedikit saat pencampuran HCl. Hal ini disebabkan karena suhu turut berperan dalam mempengaruhi laju reaksi. Apabila suhu pada suatu reaksi yang berlangsung dinaikkan, maka menyebabkan partikel semakin aktif bergerak, sehingga tumbukan yang terjadi semakin sering, menyebabkan laju reaksi semakin besar. Sebaliknya, apabila suhu diturunkan, maka partikel semakin tak aktif, sehingga laju reaksi semakin kecil.
                Pada percobaan ketiga, dilakukan pengamatan pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi. Berdasarkan percobaan, bongkahan batu pualam sebanyak 2 gram yang direaksikan degan HCl 2 M bereaksi lebih lambat dibandingkan dengan batu pualam yang dihaluskan terlebih dahulu kemudian direaksikan dengan HCl. Berdasarkan teori, bubuk zat padat biasanya menghasilkan reaksi yang lebih cepat dibandingkan sebuah bongkahan zat padat dengan massa yang sama, karena bubuk zat padat memiliki luas permukaan yang lebih besar. Suatu zat akan bereaksi hanya jika zat tersebut bercampur dan terjadi tumbukan. Tumbukan tersebut terjadi antara luas permukaan bidang sentuh dari masing-masing molekul. Semakin luas permukaan suatu zat, semakin kecil ukuran partikel zat. Jadi, semakin kecil ukuran partikel zat, reaksipun akan berlangsung cepat.
                Pada percobaan terakhir, dilakukan pengamatan katalis dalam laju reaksi. Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Dalam percobaan digunakan katalis H2O2, dimana tabung pertama dijadikan standar yang tidak diperlakukan apa-apa lalu mulai terbentuk gelembung. Namun, setelah tabung H2O2 ditambahkan NaCl 0,1 M atau FeCl3 0,1 M, waktu reaksi berlangsung sangat kontras. Pada penambahan FeCl3 reaksi berhenti pada menit ke 7, detik ke 54. Namun, saat penambahan NaCl, reaksi berhenti pada jam ke 1, menit ke 39, detik ke 22. Hal ini mungkin disebabkan karena sifat katalis yang spesifik, yaitu hanya cocok pada substansi tertentu.
Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi laju rekasi yaitu:
·         Konsentrasi. Semakin tinggi konsentrasi, maka laju rekasi semakin cepat. Semakin rendah konsentrasi, maka laju reaksi semakin lambat.
·         Suhu. Peningkatan suhu akan mempercepat laju reaksi.
·         Luas permukaan. Semakin luas permukaan, maka laju reaksi akan semakin cepat.
·         Katalis. Katalis yang ditambahkan akan mempercepat laju reaksi.